Desa Bakaran Batu, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui program unggulan “Pas Jempol” atau “Berobat Pakai Jempol”. Program ini secara resmi mulai dijalankan di Desa Bakaran Batu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kader posyandu, tenaga kesehatan, dan perangkat desa.

Kegiatan Pas Jempol di Desa Bakaran Batu difokuskan pada peningkatan akses dan efisiensi pelayanan kesehatan. Melalui pemanfaatan teknologi sederhana berbasis identifikasi biometrik (sidik jari), masyarakat kini dapat menikmati pelayanan kesehatan dengan lebih cepat dan praktis tanpa proses administrasi yang berbelit.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Sekarang cukup dengan jempol, data langsung masuk, dan pelayanan bisa langsung diberikan,” ujar Ibu Sri Agustini, seorang  kader posyandu yang turut mendampingi pelaksanaan kegiatan hari ini.

Selain itu, kegiatan ini juga menyasar percepatan layanan pencatatan kunjungan ke posyandu dan puskesmas, yang selama ini dilakukan secara manual. Dengan sistem baru yang diperkenalkan melalui Pas Jempol, proses pendataan kini lebih efisien, akurat, dan real-time. Hal ini memudahkan petugas dalam memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Desa Bakaran Batu, Bapak Muslim Susanto, menyampaikan apresiasinya terhadap implementasi program ini di desanya. “Kami menyambut baik inisiatif dari Pemkab Deli Serdang. Ini bukti nyata bahwa pelayanan publik, khususnya kesehatan, semakin inklusif dan berorientasi pada kemudahan masyarakat,” ungkapnya.

Program ini juga disambut antusias oleh masyarakat setempat. Banyak warga yang sebelumnya kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan kini merasa lebih diperhatikan. “Biasanya kami harus antri lama dan bawa banyak berkas. Sekarang tinggal jempol, semua sudah tercatat,” ungkap Ibu Misniati, warga Dusun 3.

Dengan adanya kegiatan Pas Jempol di Desa Bakaran Batu, diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan penerapan inovasi pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan dengan menjangkau layanan kesehatan lainnya serta memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan secara adil dan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *